Visitasi Akreditasi SMPIT Cahaya Insani Temanggung Berlangsung Cermat, Hangat, dan Dialogis
| Terbit | : | 01-08-2026 |
| Penulis | : | Admin |
Berita
TEMANGGUNG — Suara merdu tilawah Al-Qur’an yang dibacakan Hafiz Raihan mengalun di ruang pertemuan SMPIT Cahaya Insani Temanggung, Kamis, 30 Juli 2026. Lantunan ayat suci itu membuka rangkaian visitasi akreditasi yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 30–31 Juli 2026, di Kampus Temanggung.
Setelah tilawah, suasana berubah penuh semangat ketika Ali Ridho menampilkan seni bela diri pencak silat. Gerakannya tegas dan terukur. Ali Ridho merupakan peraih Juara I Jurus Tunggal Praremaja dalam Walisongo International Pencak Silat PSHT Championship 2025. Penampilannya menjadi gambaran bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga tumbuh melalui bakat, kedisiplinan, keberanian, dan kerja keras.
Visitasi dilaksanakan oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM), yaitu Much Suroto, S.Pd., M.MPd. dan Sarjono, S.Pd., M.M.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, murid, orang tua, komite sekolah, hingga pengurus Yayasan Fi Ahsani Taqwim (FAT). Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan merupakan ikhtiar bersama yang dibangun melalui keterlibatan, kepedulian, dan tanggung jawab banyak pihak.
Selama dua hari, tim asesor melakukan pengamatan, telaah dokumen, wawancara, dan konfirmasi terhadap berbagai praktik yang telah dilaksanakan sekolah. Proses berlangsung cermat, hangat, dan dialogis. Setiap pertanyaan disampaikan secara teliti, tetapi tetap dalam suasana yang ramah dan terbuka.
Di aula sekolah, tim asesor juga melihat Gelar Karya Inspirasi dan Kreativitas Murid. Beragam hasil pembelajaran tertata rapi dan menjadi saksi tumbuhnya daya cipta murid. Karya berbasis STEAM, seperti penyemprot tanaman otomatis, lampu malam otomatis, dan dispenser otomatis. Selain itu ada batik eco-print, wayang kardus, seni gambar aksara Jawa, bunga rampai berbagai jenis teks, komik naratif, eco-enzyme, majalah dinding tiga dimensi, serta scrapbook tentang fenomena alam dan sosial dalam pembelajaran teks eksplanasi.
Karya-karya tersebut bukan sekadar benda pajangan. Di dalamnya tersimpan proses panjang: rasa ingin tahu, percobaan yang belum tentu langsung berhasil, kerja sama, keberanian menyampaikan gagasan, dan kegembiraan ketika sebuah ide akhirnya dapat diwujudkan.
Dalam tanggapan yang diberikan, tim asesor menyampaikan bahwa visitasi berjalan dengan baik. Sejumlah aspek telah terlaksana dengan baik, terutama dalam pembentukan karakter murid. Budaya sopan santun yang tumbuh di lingkungan sekolah—baik dalam sikap guru maupun murid—mendapatkan apresiasi khusus.
Meski demikian, asesor juga memberikan beberapa catatan yang perlu dikuatkan. Catatan tersebut diharapkan menjadi perhatian sekolah agar berbagai program dan layanan pendidikan dapat terus diperbaiki. Akreditasi pun tidak berhenti pada penilaian atau capaian predikat, melainkan menjadi kesempatan bagi sekolah untuk bercermin, mengenali kekuatan, dan membenahi bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Kepala SMPIT Cahaya Insani Temanggung, Mujiyono, S.Pd., menyambut baik seluruh saran dan masukan yang diberikan. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran, ketelitian, dan bimbingan tim asesor selama proses visitasi.
Bagi keluarga besar SMPIT Cahaya Insani Temanggung, dua hari visitasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus bertumbuh. Semua yang dipersiapkan—dokumen, karya, praktik pembelajaran, hingga budaya keseharian—bermuara pada satu tujuan: memberikan layanan pendidikan terbaik bagi setiap murid.
Visitasi telah usai, tetapi ikhtiar untuk memperbaiki mutu pendidikan akan terus berjalan. Semoga Allah Ta’ala menerima setiap usaha sebagai amal ibadah, melimpahkan keberkahan, serta menjadikan seluruh proses ini membawa manfaat dan kemaslahatan bagi sekolah, murid, orang tua, dan masyarakat.